Tugas 2 : biografi

Saksi dr kerusuhan tahun 1998 merupakan ibu saya. Beliau bernama Venty Prima Putri yg lahir di Bandung tanggal 1 September tahun 1967. Beliau bukanlah orang yang terlibat langsung dalam kerusuhan namun beliau menceritakan tentang saudaranya yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Sepintas inilah keterangan mengenai Tragedi Mei 1998 ” Tragedi mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei – 15 Mei 1998, khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.
Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama perusahaan-perusahaan yang dianggap ada hubungannya dengan keluarga Soeharto dan konco-konconya — dirusak secara membabi-buta oleh massa yang mengamuk. Selain itu banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa juga menjadi sasaran amuk massa, terutama di Jakarta dan Surakarta.Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan “Milik pribumi” atau “Pro-reformasi”.
Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian orang-orang tersebut.Tragedi Mei 1998 sudah 13 tahun lebih berlangsung akan tetapi pengungkapan pelaku belum juga tuntas,bahkan proses hukum yang mengungkap tragedi ini stag dan berhenti tanpa ada keterangan dari pihak berwajib. begitulah ungkapan untuk penyelesaian Tragedi yang menewaskan beberapa Orang Mahasiswa ini sampai sekarang belum juga terungkap.
Kasus ini meledak, pada tanggal 14 Mei 1998. Jakarta seperti membara. Semua orang tumpah di jalanan. Mereka merusak dan menjarah toko dan gedung milik swasta maupun pemerintah. Masa pada saat itu sudah kehilangan kendali dan brutal akibat kondisi yang terjadi di tnah air pada saat itu.
Tak hanya itu, massa juga memburu warga keturunan Cina. Buntutnya, banyak warga keturunan Cina mengungsi ke luar negeri. Sebagian lainnya bertahan dalam ketakutan. dan munculah isyu-isyu gak tidak jelas bahwa pada hari itu terjadi perkosaan masal warga keturunan tiong Hoa.
Menurut berita ribuan orang mati. Sebanyak puluhan perempuan diperkosa dan dilecehkan. Sementara kerugian materi mencapai beberapa triliun.
Melihat itu, banyak pihak percaya ini bukan kerusuhan biasa. Kerusuhan terorganisir dan ada dalang entelektual yang bermain di balik kerusuhan ini. Berita menyebutkan, kerusuhan banyak dimotori orang berbadan tegap , berambut cepak, atau berseragam sekolah menengah atas (berpotongan seperti aparat keamanan). Semuanya ahli meledakkan bom molotof.